Kupang, Likurai.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi NTT pada tahun 2025 menangani dua proyek infrastruktur penting di ruas Jalan Oesapa – Batas Kota Soe.
Dua proyek tersebut meliputi penanganan longsor di Takari serta rehabilitasi Jembatan Noelmina yang terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.
Kepala BPJN NTT, Agustinus Junianto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan konektivitas dan keselamatan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
"Perbaikan longsor di Takari mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 5 miliar. Sementara itu, rehabilitasi Jembatan Noelmina, yang merupakan salah satu jembatan strategis penghubung Pulau Timor, memperoleh anggaran lebih besar, yaitu Rp 10 miliar lebih,"jelas Agustinus kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan bahwa kedua proyek ini menjadi prioritas utama karena ruas jalan tersebut merupakan jalur nasional lintas Timor dan juga penghubung antarnegara.
"Kami berharap masyarakat dapat mendukung kelancaran pelaksanaan proyek ini," tambahnya.
Sementara itu, PPK 1.1 Provinsi NTT, Paul Hugo, S.T., M.T., mengonfirmasi bahwa kedua proyek ini telah dikontrakkan kepada penyedia jasa konstruksi yang telah ditunjuk.
Pekerjaan longsor di Takari akan ditangani oleh PT Hutama Mitra Nusantara, sedangkan rehabilitasi Jembatan Noelmina akan dikerjakan oleh PT Nanda Karya Putra Pratama.
"Penandatanganan kontrak kerja telah dilakukan pada Februari 2025. Kami optimistis bahwa seluruh pekerjaan akan selesai tepat waktu.
Dengan adanya proyek ini, diharapkan infrastruktur jalan di NTT semakin kuat dan dapat meningkatkan konektivitas serta keselamatan bagi pengguna jalan,"katanya.