Undana Gelar Talk Podcast Musim Kedua Dengan Tema “Dari Kandang ke Pembangkit: Kisah Sukses Energi NTT” - Baomong.ID

Undana Gelar Talk Podcast Musim Kedua Dengan Tema “Dari Kandang ke Pembangkit: Kisah Sukses Energi NTT”

Undana Gelar Talk Podcast Musim Kedua Dengan Tema “Dari Kandang ke Pembangkit: Kisah Sukses Energi NTT”

Kupang, Likurai.com – Undana Talk Podcast kembali hadir dengan musim kedua dan membuka episode perdananya melalui live streaming di YouTube POS Kupang pada Rabu (26/2/2025).

 Episode pertama ini mengusung tema “Dari Kandang ke Pembangkit: Kisah Sukses Energi NTT”, yang menyoroti potensi energi terbarukan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Podcast ini menghadirkan Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D., Guru Besar Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana), sebagai narasumber utama. Dalam diskusi tersebut, Prof. Fredrik mengupas hasil penelitian tim Undana terkait pemanfaatan biomassa, khususnya tanaman lamtoro dan gamal, sebagai bahan bakar alternatif untuk co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kupang dan berbagai wilayah lain di NTT.

Dalam paparannya, Prof. Fredrik menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini selaras dengan agenda nasional dan global dalam mengurangi emisi karbon, di mana Indonesia tengah mengurangi ketergantungan pada batu bara dengan memanfaatkan sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Pada tahun ini, tim peneliti Undana akan berfokus pada optimalisasi kombinasi vegetasi lamtoro dan gamal guna meningkatkan efisiensi pembakaran tanpa mengurangi nilai kalor secara signifikan.

 Sebelumnya, Undana telah berhasil memproduksi woodchips dari lamtoro sebagai bahan bakar substitusi batu bara, yang telah digunakan pada PLTU Bolok dengan kontribusi sekitar 5% dari total kebutuhan bahan bakar.

Selain itu, penelitian ini juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta untuk meningkatkan kapasitas produksi woodchips. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya pada aspek lingkungan tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Salah satu aspek penting dari penelitian ini adalah dampak ekonominya bagi masyarakat. Limbah dahan dan ranting lamtoro yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini dapat dijadikan bahan baku woodchips dan dijual, memberikan sumber pendapatan baru bagi petani dan pelaku usaha kecil.

Namun, Prof. Fredrik menegaskan bahwa pemanfaatan vegetasi ini tetap memperhatikan aspek keberlanjutan. Sistem panen dilakukan dengan metode yang sesuai agar populasi lamtoro tetap lestari dan tidak menyebabkan degradasi lahan.


Menutup diskusi, Prof. Fredrik menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan energi terbarukan di NTT. Ia mengajak akademisi, pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam riset dan implementasi solusi energi yang lebih berkelanjutan.

"Sebagai bagian dari Undana, kita harus berperan sebagai menara air yang memberikan kesejukan, yaitu solusi bagi persoalan di tengah masyarakat melalui riset yang kita lakukan," ujarnya.

Diskusi yang berlangsung lebih dari satu jam ini mendapat respons positif dari audiens. Melalui live chat YouTube, banyak yang mengapresiasi penelitian ini sebagai langkah maju dalam pengembangan energi hijau di NTT, serta menyatakan ketertarikan untuk terlibat lebih jauh dalam diskusi dan pengembangannya.

Undana Talk Podcast merupakan program yang digagas oleh Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana, bekerja sama dengan media POS Kupang. Sejak diluncurkan pada tahun 2024, program ini telah menjadi wadah diskusi ilmiah dan inspiratif bagi akademisi Undana dalam membahas berbagai isu strategis di NTT.

Memasuki musim kedua di tahun 2025, Undana Talk Podcast akan terus menghadirkan diskusi berbobot dengan berbagai tema yang relevan, termasuk hasil penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan semakin berkembangnya riset dan inovasi di bidang energi terbarukan, diharapkan langkah-langkah seperti ini dapat mendorong NTT menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, mandiri energi, dan sejahtera.

(*/Audina Cahyani/Yuser)