Kupang, Likurai.com – Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), segera membuka Fakultas Kedokteran untuk menjawab kebutuhan tenaga medis di daerah tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Citra Bangsa, Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes, kepada wartawan saat ditemui di Kampus UCB pada Selasa, 18 Februari 2025.
Menurut Prof. Frans, jumlah penduduk NTT saat ini mencapai 5,7 juta jiwa. Jika merujuk pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), idealnya satu orang dokter umum melayani 1.000 penduduk, sehingga NTT seharusnya memiliki 5.700 dokter.
Namun, data menunjukkan bahwa jumlah dokter yang tersedia di NTT saat ini baru 1.430 orang, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 4.270 dokter.
"Atas dasar itulah Universitas Citra Bangsa akan membuka Fakultas Kedokteran. Ini juga sebagai peluang bagi anak-anak NTT yang ingin berkuliah di bidang kedokteran tanpa harus keluar daerah," ujar Prof. Frans.
Prof. Frans menjelaskan bahwa UCB memiliki dua modal dasar untuk mendukung pembukaan Fakultas Kedokteran, yaitu: Institusi Terakreditasi "Baik Sekali " dan Fakultas Ilmu Kesehatan dengan Program Studi NERS, Kebidanan, dan Farmasi yang telah terakreditasi "Baik Sekali"
"Dua modal dasar inilah yang mendorong UCB membuka Fakultas Kedokteran,"Prof Frans.
Saat ini, Universitas Citra Bangsa (UCB) masih melengkapi satu persyaratan tambahan, yaitu pemenuhan tiga dosen tambahan. Jika ketiga dosen tersebut telah diunggah ke dalam sistem dan dinyatakan memenuhi persyaratan, maka langkah selanjutnya adalah visitasi lapangan oleh tim evaluasi.
"Prosesnya memang masih panjang, tetapi kami terus berupaya agar semua persyaratan dapat terpenuhi. Harapan kami, Fakultas Kedokteran ini dapat dibuka pada tahun akademik ini sehingga dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga dokter di Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujar Prof. Frans Salesman.
Sebagai bentuk kesiapan, UCB telah membangun laboratorium kedokteran yang dilengkapi dengan peralatan praktik, dengan total investasi mencapai Rp6 miliar.
Selain itu, UCB juga telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) sebagai fakultas pembina. Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pengembangan akademik dan non-akademik Fakultas Kedokteran UCB selama enam tahun ke depan.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, diharapkan kehadiran Fakultas Kedokteran UCB dapat berkontribusi dalam mencetak lebih banyak tenaga medis dan sekaligus mengatasi kekurangan dokter di NTT.
Prof. Frans Salesman menambahkan bahwa pembukaan Fakultas Kedokteran UCB Kupang mendapat dukungan penuh dari Gubernur NTT, Emanuel Laka Lena. Bahkan, gubernur telah menghubungi Menteri Kesehatan untuk memperoleh rekomendasi pembukaan Fakultas Kedokteran di UCB Kupang.
"Kami juga telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit S.K. Lerik Kupang sebagai tempat praktik bagi mahasiswa kedokteran UCB. Selain itu, kami juga telah mengikuti pertemuan daring (zoom meeting) dengan Direktorat Pendidikan Tinggi untuk menyempurnakan dokumen administrasi, baik dari aspek teknis maupun akademik," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa untuk pembukaan Fakultas Kedokteran, UCB telah merekrut 26 dokter sebagai dosen. Dari jumlah tersebut, 12 dosen akan menangani praktik klinik, 10 dosen akan mengajar di bidang Biomedis, dan 4 dosen di bidang Kesehatan Masyarakat (Public Health). Selain itu, UCB juga telah merekrut 11 tenaga administrasi guna mendukung operasional fakultas.
"Fakultas Kedokteran di UCB Kupang merupakan fakultas kedokteran pertama di perguruan tinggi swasta (PTS) di NTT. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat NTT agar proses pembukaan Fakultas Kedokteran ini berjalan lancar," ungkap Prof. Frans Salesman.
Ia mengatakan, Untuk angkatan pertama, UCB akan menerima 50 mahasiswa, sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. (Yulius Seran)