Kupang, Likurai.com-–Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi meraih akreditasi "Unggul" dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 11 Februari 205 lalu.
Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Undana Kupang Yefry Cornianto Adoe, SE hadir dalam publikasi siaran radio bertajuk “Ngobrol Seru Bareng Undana di Selamat Sore Kupang” pada Jumat (14/2/2025) bersama Radio Suara Kupang 96FM.
Radio swasta yang populer di kalangan milenial Kota Kupang ini adalah salah satu mitra strategis Undana dalam penyebarluasan informasi.
Dalam program radio ini, Rektor Undana menegaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul bukan hanya sekedar label, tetapi tanggung jawab besar bagi seluruh civitas akademika.
“Ini adalah hasil kerja bersama, dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Oleh karena itu tantangan kita sekarang adalah bagaimana kita harus berusaha membuktikan kepadastakeholder dan masyarakat bahwa akreditasi unggul ini benar-benar mencerminkan kualitas pendidikan di Undana,” ujar Rektor.
Selain membuktikan kinerja kepadastakeholder, salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan Undana untuk mempertahankan akreditasi Unggul ini adalah dengan melakukan transformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Perubahan ini, menurut Rektor, akan membawa konsekuensi besar tetapi sekaligus menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas layanan. “Dengan menjadi PTN-BH, Undana akan lebih mandiri dalam pengelolaan sumber daya dan memperluas kemitraan.
Kami ingin memastikan bahwa kualitas layanan akademik dan operasional terus berkembang demi kepentingan mahasiswa dan masyarakat luas,” jelasnya.
Dalamperjuangan memperoleh predikat unggul, Rektor juga mengungkapkan bahwa proses ini tidak bisa berjalan sendiri.
“Kemajuan Universitas harus didukung oleh kolaborasi dengan berbagai pihak pemerintah, dunia usaha, hingga perguruan tinggi lain. Itu bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Sinergi ini akan mempercepat laju perkembangan kita,” tambahnya.
Keunggulan akreditasi ini juga akan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, hingga alumni. “Terdapat beberapa pekerjaan dan beasiswa yang mensyaratkan lulusan dari Universitasberakreditasi unggul.
Oleh karena itu, ini adalah jaminan kualitas dan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa maupun alumni," jelasnya.
Sementara bagi dosen, statusunggul ini dapat meningkatkan akses terhadap hibah penelitian serta program akademik berskala nasional dan internasional
Menanggapipertanyaan pendengar mengenaiisu UKT, Rektor menegaskan dengan berubahnya status akreditasi tidak akan mengubah aturan terkait penetapan UKT.
“UKT ditentukan berdasarkan regulasi dari Kemendiktisaintek, sehingga bukan keputusan yang bisa diambil secara sepihak,” tegasnya.
Rektor turut menjelaskan bahwa saat ini, hampir 40% mahasiswa Undana adalah penerima KIP Kuliah. Di samping itu, Undana tetap masih berusaha untuk membuka peluang beasiswa lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Undana memberikan kesempatan yang sangat besar untuk semua kalangan dalam hal menempuh pendidikan.
Sebagai penutup siaran radio berdurasi satu jam ini, Rektor menekankan bahwa pencapaian Akreditasi Unggul harus menjadi pemacu semangat bagi seluruh civitas akademika.
“Akreditasi unggul ini adalah kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik. Terlepas dari segala keterbatasan, kita harus tetap optimis dan berupaya menjadi lebih baik. Ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” pesannya. (*)