Kupang, Likurai.com-Masyarakat di Desa Naitae, Tuakau, dan Nuatus, Kecamatan Fatuleu Barat, meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun bronjong sebagai solusi jangka panjang dalam mencegah banjir dari luapan sungai Siumate.
Aspirasi ini disampaikan oleh Kepala Desa Tuakau, Benyamim Ndun, kepada Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo bersama rombongan saat meninjau korban banjir di Kecamatan Fatuleu Barat pada Rabu, 5 Februari 2025.
Menurut Benyamim, meskipun pemerintah telah membangun jembatan dengan sistem gorong-gorong di Sungai Siumate beberapa tahun lalu, namun banjir tetap terjadi. Bahkan, dalam kurun waktu yang singkat, masyarakat kembali mengalami banjir sebanyak dua kali.
"Kami berharap Pemerintah Provinsi NTT bisa membangun bronjong sepanjang 1.000 meter di kedua sisi sungai agar banjir tidak lagi merusak rumah dan sawah warga," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bronjong sangat dibutuhkan untuk mencegah banjir susulan, terutama karena curah hujan masih tinggi. Selain itu, keberadaan bronjong akan membantu para petani agar dapat kembali bercocok tanam pada musim berikutnya.
"Saat ini, sekitar 215 hektare sawah warga rusak akibat banjir. Jika tidak ada bronjong, kami khawatir kejadian ini akan terus berulang," tambahnya.
Menanggapi permintaan warga, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo, meminta Pemprov NTT melalui Dinas PUPR agar segera membangun bronjong atau tembok penahan guna mencegah banjir susulan.
“Pembangunan bronjong sepanjang satu kilometer di kedua sisi sungai harus segera direalisasikan. Ini penting agar masyarakat tidak lagi mengalami dampak banjir saat hujan deras,” tegas Winston.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
"Kami hadir di sini sebagai wujud nyata kehadiran negara. Saat bencana terjadi, masyarakat harus segera mendapat bantuan dan perhatian dari pemerintah," tutupnya.