Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir yang terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda daerah tersebut pada tanggal 30 Januari 2025 silam.
Kepala Desa Naitae, Koresh Laume, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah provinsi yang turun langsung memberikan bantuan.
"Mewakili masyarakat Desa Naitae, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Winston selaku Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Kepala Pelaksana BPBD NTT, dan Kepala Dinas Sosial NTT yang turun langsung melihat kondisi kami dan memberikan bantuan," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Tuakau, Benyamim Ndun. Namun, ia menyoroti perlunya solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terulang.
Menurutnya, sejak dibangunnya jembatan dengan sistem gorong-gorong di Sungai Siumate, banjir sudah terjadi dua kali.
"Kami berharap Pemerintah Provinsi NTT segera membangun bronjong sepanjang satu kilometer di kedua sisi sungai. Dengan adanya bronjong, kami berharap banjir tidak lagi merusak rumah dan sawah masyarakat," harapnya.
Benyamim menambahkan bahwa bronjong sangat diperlukan untuk mengantisipasi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.
Selain itu, keberadaan bronjong juga akan membantu petani agar dapat kembali bercocok tanam pada musim berikutnya.
"Saat ini sekitar 215 hektare sawah warga telah rusak akibat banjir. Jika tidak ada bronjong, dikhawatirkan kejadian ini akan terus berulang," tambahnya.
Menanggapi aspirasi warga, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo, mendesak Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas PUPR untuk segera membangun tembok penahan atau bronjong guna mencegah banjir susulan.
"Pemerintah Provinsi NTT harus segera membangun bronjong sepanjang satu kilometer di kedua sisi sungai. Ini sangat penting agar masyarakat tidak lagi mengalami banjir ketika hujan lebat," tegasnya.
Winston menekankan bahwa kehadirannya bersama jajaran BPBD dan Dinas Sosial merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana.
"Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata kehadiran negara. Ketika bencana terjadi, masyarakat harus segera mendapat bantuan dan perhatian dari pemerintah," pungkasnya.
Banjir di Fatuleu Barat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Masyarakat berharap langkah konkret segera diambil agar mereka tidak lagi menjadi korban bencana serupa di masa mendatang.