Jakarta, Likurai.com- PLT.Direktur Utama Bank NTT Yohanis Landu Praing bersama staf menggelar pertemuan dengan Deputi I Kemenko Perekonomian Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan bersama Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan dan Usaha Bisnis, Gunawan Pribadi beserta staff.
Dalam pertemuan tersebut , Bank NTT memaparkan Kondisi UMKM dan potensi yang ada di NTT, dan juga terkait NPL kredit KUR yang telah dilakukan penyelamatan melalui Hapus Buku ,penagihan sehingga NPL tersebut sudah menunjukkan penurunan.
Beberapa tahun ini Bank NTT tidak mendapatkan kuota dalam penyaluran KUR karena NPL (Non Perfoming Loan) yang sangat tinggi akibat dari penyaluran yang tidak prudent.
Bank NTT mengharapkan adanya kebijakan dari kementrian perekonomian untuk membuka kembali kuota untuk Bank NTT dalam menyalurkan kredit KUR.
Usai mendengar Penjelasan dari Plt. Direktur Utama Bank NTT, Deputi I Kemenko Perekonomian Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan didampingi Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan dan Usaha Bisnis, Gunawan Pribadi mengatakan bahwa potensi UMKM di NTT yang sangat besar karena sumber daya alam yang melimpah, sektor pariwisata, pertanian dan peternakan, karena sudah beberapa kali mengunjungi NTT.
Adapun solusi yang disampaikan oleh bapak deputi adalah:
1. Dilakukan hapus buku dengan meminta izin melalui RUPS .Hapus buku dilakukan sebagai salah satu solusi penyelesaian kredit bermasalah untuk menurunkan NPL .
2. Dilakukan perbaikan Kelembagaan dan Sumber daya manusia, perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas , efisiensi,akuntabilitas dan daya saing.
Cakupannya dalah penyesuaian struktur , tata kelola, proses kerja serta kapasitas sumber daya manusia untuk mencapai tujuan.
3. Melakukan koordinasi antara tim teknis bank NTT dan tim teknis kementrian perekonomian terkait data NPL KUR dan bersurat terkait apa yang telah dilakukan untuk menurunkan NPL.
4. Mendapatkan Rekomendasi dari OJK perwakilan NTT.
Plt. Direktur Utama Bank NTT Yohanis Landu Praing kepada wartawan mengatakan, dalam pertemuan dengan Deputi I Kemenko Perekonomian tersebut , Bank NTT mendapat support yang besar dari Deputi I Kemenko Perekonomian dengan memberikan solusi yaitu 4 point diatas.
"Potensi UMKM di NTT sangat besar , sesuai data statistik di NTT tahun 2023 , terdapat 200 ribu unit UMKM yang ada di NTT, dimana Bank NTT memberdayakan atau membiayai 16 ribu UMKM di NTT,"ungkap Yohanis Landu Praing (*/Yuser)