Kupang, Likurai.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi mengukuhkan sembilan Guru Besar pada Januari 2025. Pengukuhan dilakukan oleh Rektor Undana Kupang Prof Dr.drh.Max U.E.Sanam,M.Sc di Gedung Auditorium Undana Kupang.
Pengukuhan dilakukan dalam tiga sesi, dengan masing-masing sesi dikukuhkan tiga akademisi yang telah memenuhi syarat dan memperoleh Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pada sesi pertama digelar pada tanggal 8 Januari 2024. Dalam sesi pertama,Undana mengukuhkan tiga Guru Besar.
Prof. Dr. Frans Gana, M.Si – Guru Besar di bidang Manajemen Strategi dan Kebijakan Bisnis pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Prof. Dr. Yuliana Salosso, S.Pi, M.P – Guru Besar di bidang Parasit dan Penyakit Ikan pada Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP).
Prof. Reinner Ishaq Lerrick, S.Si, M.Sc, Ph.D – Guru Besar di bidang Sintetis Senyawa Heterosiklik pada Fakultas Sains dan Teknik (FST).
Sesi kedua digelar pada tanggal 22 Januari 2025 juga melibatkan tiga Guru Besar, yakni:

Prof. Dr. Intje Picauly, S.Pi, M.Si – Guru Besar di bidang Ekologi Pangan dan Gizi Masyarakat.
Prof. Chaterina Agusta Paulus, S.Pi, M.Si, CRA, CRP, CRMP – Guru Besar di bidang Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut.
Prof. Ir. Marhen Robinson Pellokila, MP, Ph.D – Guru Besar di bidang Ekonomi Pertanian dan Sumber Daya Alam.
Pada sesi digelar pada tanggal 23 Januari 2025 juga dikukuhkan tiga Guru Besar yakni,
Prof. Dr. Ir. Damianus Adar, M.Ec – Guru Besar di bidang Ekonomi Sumber Daya Pertanian.
Prof. Dr. Drs. Edy Suprapto, MP – Guru Besar di bidang Strategi Belajar Mengajar.
Prof. Dr. Ir. I Gusti Bagus Adwita Arsa, M.P – Guru Besar di bidang Pemuliaan dan Adaptasi Varietas Tanaman Pangan.
Wakil Rektor II Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si, menyampaikan bahwa dengan tambahan sembilan Guru Besar tersebut, total Guru Besar di Undana kini mencapai 65 orang. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 45 yang aktif, sementara sisanya telah pensiun atau meninggal dunia.
Undana terus berupaya meningkatkan jumlah Guru Besar, terutama di fakultas yang belum memilikinya. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sebagai jurusan baru, menjadi salah satu fokus perhatian.
Menurut Prof. Paul, beberapa dosen di fakultas tersebut sudah memenuhi syarat untuk berproses menjadi Guru Besar.
Dukungan Finansial untuk Calon Profesor
Undana menyediakan dukungan finansial sebesar Rp50 juta bagi setiap dosen yang sedang berproses menjadi Guru Besar. Dana ini digunakan untuk mendukung penelitian hingga publikasi di jurnal internasional terindeks.
Selain itu, Undana juga menanggung sebagian biaya publikasi jurnal internasional yang diterbitkan oleh calon Profesor.
“Dukungan ini menjadi wujud komitmen Undana untuk meningkatkan kualitas akademik melalui peningkatan jumlah Guru Besar,” jelas Prof. Paul Tamelan.
Pengukuhan sembilan Guru Besar ini menjadi langkah maju bagi Universitas Nusa Cendana dalam meningkatkan kualitas dan daya saing akademik.
Dengan terus memberikan dukungan bagi dosen yang berproses menjadi Guru Besar, Undana menunjukkan komitmennya untuk membangun pendidikan tinggi yang unggul dan berkelanjutan.
(Yuser)