Kupang,Likurai.com-Profesor Dr. Paul G. Tamelan, M.Si, dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Pengairan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang oleh Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc pada tanggal 3 Desember 2024 silam.

Pengukuhan Prof Dr.Paul G. Tamelan,M.Si ini menjawab penantian panjang selama 18 tahun untuk meraih gelar Profesor yang selama ini ia impikan.
Dalam wawancara dengan wartawan beberapa waktu lalu, Prof Dr. Paul G.Tamelan,M.Si yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor II Undana Kupang mengungkapkan bahwa ia memulai karirnya sebagai dosen di Universitas Nusa Cendana (Undana) dengan golongan 3A pada tahun 1992.
Sejak itu, ia terus berjuang untuk melengkapi berkas administrasi agar naik ke golongan 3B, 3C, dan 3D.
Perjalanan dari golongan 3D ke IVA memang sangat ketat, di mana penilaiannya tidak dilakukan oleh pihak universitas, melainkan oleh lembaga lain yang berwenang.
Setelah melengkapi berbagai persyaratan administratif, Prof. Paul Tamelan akhirnya berhasil naik ke Golongan 4A dan menjadi Lektor Kepala pada tahun 2006.
Setelah mencapai posisi tersebut, ia pun fokus untuk mengembangkan bidang keilmuan yang mendalam guna meraih gelar Profesor.
Semua perjuangannya itu terjawab pada tahun 2024 ketika ia dikukuhkan sebagai Guru Besar di Undana Kupang.
Ia menjelaskan, Sejak jenjang pendidikan S1, Prof. Paul mengambil jurusan Teknik Bangunan. Lalu, untuk S2, ia melanjutkan studi di bidang Ilmu Lingkungan, dan pada S3, ia tetap memilih bidang Ilmu Lingkungan.
"Puji Syukur, karena aturan terbaru menyatakan bahwa sebelum ada Surat Keputusan dari Menteri untuk seseorang menjadi Profesor, harus ada sertifikat uji kompetensi terlebih dahulu. Sertifikat uji kompetensi ini mengharuskan calon Profesor memiliki angka kredit yang mencapai 850.
Setelah itu, calon Profesor akan dinilai, termasuk apakah sudah terdaftar secara nasional sebagai peneliti dan pengabdi di bidang pendidikan.
Penilaian juga mencakup apakah karya ilmiah calon Profesor sudah terindeks di jurnal internasional yang bereputasi," jelasnya.
Ia menambahkan, selain memenuhi syarat administratif, seorang calon Profesor juga harus memiliki pengalaman melakukan penelitian di tingkat nasional, dengan hasil penelitian tersebut diserahkan kepada tim penilai.
Jika persyaratan ini tidak dapat dipenuhi, maka bisa digantikan dengan bukti pembimbingan skripsi, yang dibuktikan dengan surat penugasan, berita acara, dan hasil ujian.
Jika itu juga tidak terpenuhi, maka penggantinya bisa berupa uji disertasi tiga orang dari jurusan atau kampus yang berbeda. Semua persyaratan itu telah dipenuhi sehingga disetujui untuk mengajukan profesor.
"Saya diakui dengan kepakaran di bidang Teknik Pengairan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya lahan.
Saya ingin menginformasikan bahwa jika ada lahan-lahan tertentu yang memiliki topografi tidak produktif, saya siap memberikan solusi dan pendampingan agar lahan tersebut tetap produktif dengan sentuhan teknologi konstruksi," ungkapnya.
Menurut Prof. Paul, menjadi seorang Profesor bukan hanya sekadar pencapaian gelar, tetapi juga merupakan tanggung jawab besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di kalangan mahasiswa secara lebih profesional.
"Mata kuliah yang saya ajarkan sesuai dengan bidang keahlian saya, seperti yang berkaitan dengan irigasi teknik, hidrologi, dan budaya lahan kering kepulauan.
Di NTT, dengan curah hujan yang sangat minim, perlu adanya teknologi pengairan agar lahan tetap produktif," katanya.
Sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap universitas, Prof. Paul menekankan bahwa gelar Profesor adalah jabatan akademik tertinggi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. "Sebagai seorang Profesor, saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik sesuai dengan bidang keahlian saya," tegasnya.
Perjalanan karir Profesor Dr. Paul G. Tamelan, M.Si, adalah contoh nyata dari ketekunan, dedikasi, dan perjuangan dalam dunia pendidikan.
Beliau telah menghabiskan hampir dua dekade untuk memenuhi berbagai persyaratan ketat, dan akhirnya meraih gelar Profesor yang sangat didambakan.
Kini, sebagai Guru Besar, Prof. Paul bertekad untuk terus mengabdikan ilmunya bagi kemajuan pendidikan, khususnya di bidang Teknik Pengairan, dan berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Universitas Nusa Cendana. (Yuser)